Seputar Peradilan

Minggu, 28 Juli 2019 Faisal Sastra M. Rivai, S.H.I., M.H. Wakil Ketua Pengadilan Agama Tilamuta guna mengisi waktu liburnya, memberikan materi dalam Pendidikan Khusus Profesi Advokad (PKPA) Angkatan I tahun 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI) yang berkerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum Universitas Gorontalo (UG), yang berlangsung di Gedung Kampus 2 Universitas Gorontalo, dan diikuti oleh 24 orang perserta.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Tilamuta merupakan salah satu narasumber yang diminta oleh panitia pelaksana disamping narasumber lainnya yang berasal dari Kepolisian Daerah (POLDA) Gorontalo, dan Kejaksaan Negeri (KEJARI) Kabupaten Gorontalo.

 Faisal Sastra M. Rivai, S.H.I., M.H. yang keseharianya berprofesi sebagai Hakim pada Pengadilan Agama Tilamuta, dalam materinya menerangkan eksistensi Pengadilan Agama dan Hukum Acara Perdata di Pengadilan Agama. Materi ini sangat penting khususnya bagi para calon advokad ini yang nantinya akan terjun langsung dan beracara di Pengadilan Agama.

 Selain itu Wakil Ketua Pengadilan Agama Tilamuta juga memberikan beberapa penjelasan terkait kebijakan-kebijakan dari Mahkamah Agung baik yang tertuang dalam Surat Edaran Mahkamah Agung maupun Peraturan Mahkamah Agung serta adanya ketentuan mengenai penggunaan basis Informasi Tekhnologi (IT) dalam proses beracara. Dalam penyampainnya, Wakil Ketua Pengadilan Agama Tilamuta mengharapkan agar para Advokad selalu mengupdate berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung, sehingga akan mudah menyesuaikan diri ketika sedang beracara di pengadilan, khususnya Pengadilan Agama. Hal ini amat penting karena bisa jadi perkara yang sedang diperiksa tidak dapat selesai sebagaimana yang diharapkan, hanya karena syarat formil surat gugatan/permohonan tidak sesuai lagi dengan kebijakan Mahkamah Agung yang terbarukan.

 Lebih lanjut Wakil Ketua Pengadilan Agama Tilamuta kembali menekankan kepada para calon Advokad tersebut, agar selalu melatih diri menggunakan dan mengoperasionalkan IT, mengingat Mahkamah Agung dan peradilan yang berada di bawahnya saat ini sedang gencar-gencarnya mencanangkan penggunaan IT terhadap berbagai akses di pengadilan. Salah satunya adalah aplikasi e-Court yang telah dilauncing oleh Ketua Mahkamah Agung sejak tanggal 13 Juli 2018 di Balikpapan. Aplikasi administrasi perkara berbasis online ini merupakan implementasi Peraturan MA No. 3 Tahun 2018 tentang Pedoman Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik tertanggal 29 Maret 2018 dan resmi diundangkan pada 4 April 2018. Aplikasi e-court ini merupakan layanan administrasi perkara, pendaftaran administrasi perkara, pemanggilan para pihak, penerbitan salinan putusan/penetapan, dan tata kelola administrasi, pembayaran biaya perkara yang seluruhnya dilakukan secara elektronik/online saat mengajukan permohonan/gugatan Perkara Perdata, Perdata Agama, Perkara Tata Usaha Negara yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. Hal ini dilakukan guna memberikan akses beracara di pengadilan secara mudah dan biaya ringan.

 Lebih lanjut lagi dalam menekankan pentingnya penggunaan IT, Wakil Ketua Pengadilan Agama Tilamuta memberikan informasi kepada para peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokad (PKPA) Angkatan I tahun 2019 ini, bahwa kedepannya proses persidangan di pengadilan akan dilakukan pula secara elektronik. Adapun aplikasi pendukung tersebut bernama e-Litigation yang akan dilaunching oleh Mahkamah Agung dalam waktu dekat. Menurut Wakil Ketua Pengadilan Agama Tilamuta, bahwa dengan menu e-litigation nantinya dapat diselenggarakan persidangan secara elektronik dengan acara penyampaian gugatan/permohonan/bantahan/perlawanan, penyampaian replik, duplik, kesimpulan dan pembacaan putusan/penetapan. Jadi persidangan yang biasanya dilaksanakan di ruang persidangan, sebagian akan dialihkan menjadi persidangan secara elektronik. (mt)