Seputar Peradilan

Sejak tanggal 3-16  September 2019 jajaran Pengadilan Agama Tilamuta telah melakukan verifikasi atas pasangan suami istri yang akan didaftarkan dalam sidang terpadu itsbat nikah. Dari hasil verifikasi tersebut, sebanyak 95 permohonan itsbat nikah telah terdaftar dalam register Pengadilan Agama Tilamuta.

Setelah melalui beberapa tahapan formal terkait perkara permohonan itsbat nikah, pada tanggal 10 Oktober 2019 Pengadilan Agama Tilamuta memulai proses sidang itsbat nikah atas 95 pasangan suami istri yang telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Tilamuta. Proses persidangan itu sendiri dilaksanakan dengan Hakim Tunggal sebagaimana ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2014 Tanggal 13 Maret 2014 Tentang Tata Cara Pelayanan Dan Pemeriksaan Perkara Voluntair Itsbat Nikah Dalam Pelayanan Terpadu.

Proses sidang itsbat nikah atas 95 perkara ini dilaksanakan pada empat lokasi berbeda, yaitu masing-masing pada tanggal 10 Oktober bertempat di Sanggar Seni Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, tanggal 11 Oktober bertempat di Kantor Camat Dulupi, tanggal 15 Oktober 2019 bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boalemo, dan pada tanggal 16 Oktober 2019 bertempat di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Tilamuta.

Sidang Itsbat Nikah Dalam Pelayanan Terpadu yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pengadilan Agama Tilamuta, Kementarian Agama Kabupaten Boalemo, serta Pemerintah Kabupaten Boalemo secara seremonial dibuka pada tanggal 15 Oktober 2019. Prosesi acara pembukaan ini secara resmi dilakukan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boalemo. Dalam acara pembukaan tersebut turut hadir juga Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Staf Ahli Gubernur Provinsi Gorontalo, dan Kepala Biro Hukum Provinsi Gorontalo. Sebagai penutup rangkaian acara tersebut, telah diserahkan secara langsung Buku Nikah, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahian Anak terhadap beberapa pasang suami istri yang sebelumya telah selesai mengikuti proses persidangan pada tanggal 10 Oktober 2019 dan 11 Oktober 2019.

Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti pelaksanaan sidang itsbat nikah ini. Mereka sangat bergembira karena merasa terbantukan, karena akan memperoleh legalitas status hukum perkawinan yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun. Dan penuh harap permohonan itsbat nikah yang mereka ajukan dapat diterima dan dikabulkan oleh Hakim yang memeriksa permohonan itsbat nikah mereka. Meskipun demikian, ada pula beberapa pasang suami istri yang sampai dengan proses sidang berakhir, tidak hadir di persidangan. Sehingga atas permohonan itsbat nikah yang pasangan suami istri yang tidak hadir tersebut, oleh Hakim yang bersidang dinyatakan gugur. Akibanya mereka tidak berhak memperoleh legalitas atas perkawinan yang telah mereka jalani selama ini. Selain itu, ada juga beberapa perkara yang dinyatakan di cabut oleh para pihak, dan ada pula permohonan itsbat nikah yang dinyatakan ditolak oleh Hakim yang menyidangkannya, karena para pihak tidak dapat membuktikan dalil-dali yang telah mereka tuangkan dalam surat permohonan itsbat nikah.

Sidang Itsbat Nikah Dalam Pelayanan Terpadu yang telah dilaksanakan sejak tanggal 9-16 Oktober 2019 ini telah selesai disidangkan dan telah diputus oleh masing-masing Hakim yang menyidangkannya. Dari hasil persidangan yang telah dilakukan, dari total permohonan istbat nikah sejumlah 95 perkara yang terdaftar dalam Pelayanan Terpadu ini telah dikabukan sebanyak 75,78 %. Dengan perincian 72 perkara dikabulkan, 21 perkara gugur, 1 perkara dicabut, dan 1 perkara ditolak. (mt)