Kegiatan Pengadilan
KISMIS PA TILAMUTA, HIKMAH DARI PERISTIWA KEMATIAN
*Tilamuta, 25 Juni 2026* – Pengadilan Agama Tilamuta kembali melaksanakan kegiatan rutin*KISMIS (Kisah Inspiratif di Hari Kamis) yang bertempat di Mushola Kantor Pengadilan Agama Tilamuta. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, hakim, pejabat struktural dan fungsional, pegawai pelaksana sebagai bagian dari program pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan.
Pada kesempatan tersebut, materi KISMIS disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Tilamuta, Royana Latif, S.H.I., M.H., dengan mengangkat tema Hikmah dari Peristiwa Kematian. Tausiyah tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenang salah seorang pegawai Pengadilan Agama Tilamuta yang telah berpulang ke rahmatullah.
Dalam penyampaiannya, Ketua mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan peristiwa kematian sebagai pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap insan hendaknya senantiasa memperbaiki amal ibadah, menjaga integritas, memperbanyak amal saleh, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan dan amanah.

Beliau juga menyampaikan bahwa wafatnya salah seorang pegawai Pengadilan Agama Tilamuta merupakan duka yang dirasakan oleh seluruh keluarga besar satuan kerja. Kebersamaan yang selama ini terjalin menjadi pengingat akan pentingnya saling menghargai, mempererat ukhuwah, dan senantiasa menebarkan kebaikan selama masih diberi kesempatan oleh Allah SWT.
Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa, kegiatan KISMIS dirangkaikan dengan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama yang dipimpin secara khusyuk oleh salah satu aparatur Pengadilan Agama Tilamuta. Seluruh peserta memanjatkan doa agar almarhum memperoleh ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan keimanan seluruh aparatur. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual semakin tertanam dalam diri setiap pegawai sehingga mampu menjadi landasan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan yang profesional, berintegritas, dan senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
